Konsumen Keluhkan Bahaya Galon Tua, KKI: 92 Juta Penduduk Terancam BPA – KKI menemukan 92 persen konsumen masih menerima galon berusia di atas satu tahun. Risiko paparan BPA mengancam kesehatan 92 juta penduduk Indonesia.
Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengungkap temuan mengkhawatirkan terkait peredaran galon guna ulang. Sebanyak 92 persen konsumen mengaku masih menerima galon berusia lebih dari satu tahun untuk digunakan sebagai wadah air minum .
Ketua KKI, David Tobing, menyebut kondisi ini berpotensi membahayakan kesehatan jutaan masyarakat. Pasalnya, galon polikarbonat yang digunakan terlalu lama berisiko meluruhkan zat kimia Bisphenol A (BPA) ke dalam air minum .
“Berdasarkan data BPS, ada 34 persen rumah tangga di Indonesia mengonsumsi air minum dari galon. Itu berarti lebih dari 26 juta rumah tangga. Jadi, dari pengaduan tersebut, bisa diperkirakan 92 juta penduduk terancam kesehatannya oleh peluruhan BPA,” kata David dalam konferensi pers di Jakarta .
Batas Aman Galon dan Temuan di Lapangan
Pakar polimer dari Universitas Indonesia, Profesor Mohamad Chalid, menjelaskan bonus new member bahwa galon polikarbonat memiliki batas aman penggunaan. Galon sebaiknya hanya digunakan maksimal 40 kali pengisian ulang atau sekitar satu tahun .
“Galon guna ulang itu berbahan polikarbonat. Untuk merekatkan, diperlukan Bisphenol A atau BPA. Para ahli mengatakan, jika diguna ulang terus-menerus, maksimal 40 kali pakai. Artinya, jika seminggu sekali, seharusnya dalam satu tahun sudah tidak boleh diguna ulang lagi,” papar David .
Fakta di lapangan jauh dari rekomendasi tersebut. Investigasi KKI bahkan menemukan galon produksi tahun 2015 yang masih beredar hingga sekarang. Artinya, galon tersebut telah digunakan selama sekitar 11 tahun .
Kondisi Fisik Galon yang Memprihatinkan
Selain usia pakai, kondisi fisik galon juga menjadi sorotan. Berdasarkan laporan konsumen:
-
30 persen galon diterima dalam kondisi kusam atau terlihat aus
-
18 persen mengalami retak
-
Sebagian kecil lainnya penyok
“Semakin tua usia galon, semakin beragam jenis keluhannya. Masalah fisik seperti kotor, kusam, dan retak mendominasi laporan konsumen,” kata David .
Bahaya BPA bagi Kesehatan
BPA atau Bisphenol A adalah zat kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik polikarbonat. Zat ini dikenal sebagai endocrine disruptor yang dapat mengganggu sistem hormon tubuh manusia .
Paparan BPA dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, antara lain:
-
Gangguan kesuburan dan reproduksi
-
Obesitas dan diabetes tipe 2
-
Gangguan perkembangan otak pada janin dan anak
-
Peningkatan risiko kanker payudara, prostat, dan usus besar
Distribusi yang Memperburuk Risiko
Proses distribusi galon di Indonesia juga menjadi sorotan. David menyebut spaceman masih banyak galon kosong maupun terisi yang diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka .
“Paparan sinar matahari, pencucian kasar, dan usia pakai yang terlalu lama adalah pemicu utama peluruhan BPA,” jelas David .
Kondisi ini semakin memperburuk potensi migrasi BPA dari dinding galon ke dalam air yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.
Kesenjangan Regulasi
KKI menyoroti belum adanya aturan yang mengatur batas masa pakai galon guna ulang di Indonesia. Ketiadaan regulasi ini menjadi celah yang dimanfaatkan produsen untuk terus mendistribusikan galon tua .
David membandingkan dengan kebijakan di Eropa yang akan memberlakukan larangan total penggunaan BPA pada bahan kontak pangan mulai Juli 2026 .
Sementara di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru mewajibkan pelabelan peringatan BPA dengan masa tenggang hingga 2028 .
Ahli polimer dari Universitas Indonesia juga menegaskan bahwa paparan sinar matahari, metode pencucian yang kurang tepat, serta penggunaan berulang dalam jangka panjang dapat memengaruhi kondisi material polikarbonat .
Kesimpulan: KKI mendesak pemerintah segera menyusun regulasi pembatasan masa pakai galon guna ulang. Tanpa aturan yang jelas, risiko kesehatan bagi 92 juta penduduk Indonesia akan terus mengancam . Masyarakat juga diimbau lebih proaktif memeriksa kondisi fisik dan kode produksi galon sebelum membeli, serta berani menolak produk yang sudah tua dan tidak layak pakai .
